Sekala Brak Kepaksian Pernong Sukses di FKN XI Cirebon

INILAMPUNG.Com – Festival Kerajaan Nusamtara (FKN) ke-XI di Cirebon yang berlangsung pada 15-19 September 2017 sukses.

Pasukan kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung ikut memeriahkan Festival tahunan Kerajaan se-Nusantara tersebut.

Masyarakat Lampung patut berbangga hati, tampilnya kerajaan Sekala Brak mampu menarik perhatian masyarakat Cirebon dan delegasi 43 Kerajaan lain yang hadir. Delegasi Sekala Brak sebanyak 357 orang lebih, merupakan delegasi Kerajaan yang paling banyak, dengam personel dari para pendekar Puting Beliung, pendekar Labung Angin, pasukan panah “Sekilap Wawwas” terakot Pedang, terakot tumbak dan terakot kekati serta pendekar pedang dan pendekar tombak yang dikomandoi oleh 4 Panglima Adat dan 3 wakil Panglima serta tim kesenian kerajaan yang menampilkan tari Sumbuk Heling dan tari Marok, seni musik gamolan pekhing, muayak, bubandung dan peragaan busana Celugam khas Sekala Brak.

Rombongan besar tersebut selain dari pusat Kerajaan Sekala Brak di Lampung Barat, juga perwakilan dari masyarakat adat Sekala Brak yang tersebar di sepanjang pesisir tanah Lampung. Mereka mendampingi Paduka Yang Mulia SPDB Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23, Pangeran Edward Syah Pernong bersama sang Permaisuri Ratu Mas Inton Dalom Ratu Kepaksian Pernong dan Putra Mahkota Pangeran Alprinse Syah Pernong
Pun Edward yang bagi masyarakatnya dan yang memiliki kedekatan memanggil (dan peniakan dalom sebagai suatu panggilan terlarang sejak dahulu kecuali hanya untuk empat paksi di sekala brak) sang Sultan ini biasa disapa, merupakan salah satu Sultan yang mendapat kehormatan mewakili Raja/Sultan Nusantara ketika ikut menyampikan rekomendasi hasil Musyawarah Agung kepada YM Presiden RI pada saat penutupan FKN di taman Goa Sunyaragi kota Cirebon. Bahkan ketika sesi foto bersama dengan Presiden RI Joko Widodo, panitia menempatkan Pun Edward di samping kanan Presiden dan terlihat keduanya berbincang akrab. Pada kesempatan itu, peniakan dalom sempat menyampaikan salam masyarakat Lampung sekaligus menginformasikan dua bendungan di Lampung Timur dan Tanggamus yang sudah hampir selesai terkait pembebasan lahannya sesuai informasi Gubernur Lampung saat pertemuan dengan peniakan dalom.

Dikatakan peniakan dalom, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinya sudah lama tak ke Lampung.

Pada bagian lain juru bicara Kepaksian Pernong Raja Duta Perbangsa mengatakan bahwa tidak ada persiapan khusus dari pasukan kerajaan Sekala Brak untuk acara ini. Karena sehari-harinya perangkat adat memang berjalan dan tata titi serta instrumen adat terhadap Sultan sebagai pemegang dan pemilik otoritas adat tertinggi memang sudah berlangsung sehari-hari kerajaan adat yang ada di tanah Lampung ini memang masih memegang teguh kekuatan tradisi adatnya yang, “Sumbah jama SaiBatin” berlangsung dalam keseharian tanpa direkayasa.

Jadi, lanjitnya, bukan karena akan ada acara adat baru kemudian menggelar perangkat adat, karena pada dasar nya kerajaan adat sekala Brak sudah sering mengadakan perhelatan-perhelatan besar baik itu diinternal kerajaan sendiri atau pun undangan dari kerajaan-kerajaan lain yang ada di Nusantara.

Suatu kebanggaan bagi masyarakat Lampung khususnya para hulubalang yang berada dari wilayah gunung Pesagi, gunung Seminung, gunung Tanggamus dan gunung Rajabasa bisa hadir, berkumpul dan menyatu disana untuk mendampingi dan mengawal langsung sang Paduka YM Saibatin Puniakan Dalom Beliau.

Untuk menyukseskan FKN XI Kerajaan Adat Sekala Brak tidak tanggung-tanggung, bahkan tari pusaka lama yaitu tari adat SAMANG BEGAYUT, sebuah tarian yg memiliki kedudukan tinggi yang hanya peruntukan sang sang Sultan, atas izin beliau boleh dipertontonkan di Festival Kerajaan Nusantara di Cirebon.

Peniakan dalom Edward Syah Pernong bersama para tokoh masyarakat do Lampung secara bersama tetap berusaha untuk konsisten menjaga budaya, adat istiadat peninggalan leluhur yang salah satunya sebagai sarana silaturahmi untuk saling sayang menyayangi yang sedari dulu ditata oleh leluhur kita melalui simbol-simbol adat , yg saling dijaga dg saling menghargai serta saling membesarkan dlm satu nurani yg guyub dan bersatu.(@rls/ILc-3)

sumber : http://inilampung.com/sekala-brak-kepaksian-pernong-sukses-di-fkn-xi-cirebon/

Tinggalkan sebuah komentar