Erdogan Akan Diundang pada World Islamic Cultural Festival 2018 di Cirebon


CIREBON, (PR).- Keraton Kasepuhan Cirebon dan Yayasan Festival Islam Internasional Cirebon bakal menggelar even akbar berskala internasional bertajuk World Islamic Cultural Festival 2018.

Festival budaya Islam bertaraf internasional yang baru pertama kali akan digelar di Indonesia bahkan dunia, diharapkan bakal menjadi titik tolak kebangkitan kembali Cirebon, yang sudah dikenal di dunia sejak abad 15.

Saat ini sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menggelar even yang memanfaatkan dimulainya operasional Bandara Internasional Jawa Barat 2018.

Menurut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, festival bertujuan menghimpun kekuatan dan potensi umat muslim dunia melalui semangat persaudaran muslim dunia.

“Festival yang dijadwalkan digelar pada 9-14 Juli 2018 ini, juga bisa menjadi media membangun jaringan masyarakat antardaerah maupun antarnegara baik untuk kepentingan dakwah, sosial, pendidikan, maupun bisnis dan ekonomi,” ujarnya.

Untuk merealisasikan even tersebut Keraton Kasepuhan menggandeng sejumlah pihak yang sudah malang melintang di dunia even festival Islam di sejumlah negara, dan membentuk Yayasan Festival Islam Internasional Cirebon (YFIIC).

Wakil Ketua YFIIC Mhd Ridha Maha yang sudah berpengalaman menggelar even festival Islam di sejumlah negara Jerman, Kanada, Belanda dan negara lain, optimis dengan sejumlah kekuatan yang dimiliki Cirebon, festival bakal menemukan gebyarnya.

“Terlepas dari kekurangan yang dimiliki Cirebon, kekuatan Cirebon lebih besar dan lebih banyak. Kekuatan dari mulai sejarah, seni budaya, sarana transportasi, infrastruktur dan posisi strategis Cirebon, merupakan kombinasi kekuatan yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya.

Menurutnya, festival bakal mengundang 100 tokoh muslim berpengaruh di Indonesia dan dunia. Bahkan panitia juga menggagendakan mengundang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Maroko Muhammad VI, sebagai pembicara di forum konferensi.

“Namun untuk pembicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Maroko Muhammad VI, masih menunggu konfirmasi untuk kesediannya,” katanya.

Sultan Arif menambahkan, festival digelar untuk mempertemukan berbagai potensi umat Islam dunia serta mengakomodir kepentingan berbagai pihak secara sekaligus, terjadwal dan berkesinambungan.

“Sekaligus sebagai media untuk saling bertukar pikiran, berdiskusi dan menyatukan visi serta membangun saling pengertian antara pemuka, cendekia, pejabat negara, politisi, pendidik, pelaku dakwah, pelaku bisnis dan anggota masyarakat lainnya,” katanya.

Target lain yang ingin dicapai adalah, meningkatkan wisata syariah dan wisata halal yang belum banyak disentuh oleh pemerintah maupun praktisi wisata di Indonesia. Even ini, lanjutnya, juga diharapkan bisa memotivasi masyarakat untuk lebih meningkatkan peranannya.

Selain itu juga, menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku dan cara hidup Islami dalam menghadapi arus globalisasi dewasa ini.***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/03/06/erdogan-akan-diundang-pada-world-islamic-cultural-festival-2018-di-ci

Tinggalkan sebuah komentar