Antisipasi Grebeg Syawal, Ratusan Polisi Disiagakan

header-kasepuhan-2b

23 July, 2015 – 19:13
CIREBON, (PRLM).- Jajaran Polres Cirebon Kota menyiagakan ratusan personelnya, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, saat tradisi Grebeg Syawal yang digelar setiap 8 Syawal di makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon Jumat (24/7/2015).

Pemudik sebaiknya menghindari jalur utama pantura Cirebon-Jakarta via Karang Ampel, Jumat pagi mulai pukul 6.00 sampai sekitar pukul 12.00 siang.

Soalnya tradisi Grebeg Syawal yang dipimpin Sultan Kanoman, selalu dipadati oleh ribuan massa yang datang dari berbagai daerah.

Menurut Kapolres Cirebon Eko Sulistyo Basuki, rencana pengamanan terutama rekayasa lalu lintas sudah disiapkan di jalur utama Cirebon-Jakarta via Karang Ampel itu.

“Karena masih dalam situasi dan kondisi arus balik lebaran, persiapan yang urgen dalam tradisi itu adalah antisipasi kemacetan lalu lintas di jalur tersebut,” kata kapolres didampingi Humas Polres Cirebon Kota Yana Mulyana, Kamis (23/7/2015).

Ratusan personel polisi dari mulai yang bertugas di pospam Tangkil, Celancang dan Kapetakan, satu peleton satgas tindak, unit patroli Dalmas, satu unit satgas deteksi intel, satu unit satgas satgas reserse, serta satu peleton satgas bantuan dari unit provost disiagakan.

Sementara itu, juru bicara Sultan Kanoman Ratu Raja Arimbi mengungkapkan, persiapan Grebeg Syawal sudah selesai.

“Tinggal rombongan dari Sultan dan kerabat Keraton Kanoman yang laki-laki berangkat ke Astana Gunungjati besok pagi-pagi (hari ini,red). Setelah tradisi Gregeg Syawal selesai, barulah kerabat keraton yang perempuan bisa ziarah,” katanya.

Menurut Arimbi, Sultan dan kerabat Keraton Kanoman akan mengenakan busana putih-putih. Setelah ziarah, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa, zikir dan salawatan.

“Prosesi diakhiri dengan pembagian makanan yang sudah didoakan dan surak atau saweran kepada warga sebagai bentuk kewajiban muslim untuk berbagi kepada sesama,” katanya.

Makanan yang sudah didoakan itu selalu menjadi rebutan ribuan warga yang memadati Astana Gunungjati. (Ani Nunung/A-89)***

sumber: Pikiran Rakyat

 

Tinggalkan sebuah komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.